Tag: Menyusut

Sederet Penyebab Ukuran Mr P Menyusut, Salah Satunya gegara BB Naik

Jakarta

Pernah mendengar bahwa ukuran Mr P bisa menyusut? Hal itu rupanya bukan cuma mitos, melainkan betul-betul bisa terjadi lho. Beragam kemungkinan penyebabnya pun bisa dijelaskan secara medis.

Pada dasarnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi penyusutan ukuran Mr P. Salah satu yang paling ditemukan kasusnya, yakni gaya hidup tidak sehat. Pasalnya, kebiasaan buruk seperti merokok dan malas berolahraga dapat meningkatkan risiko hipertensi serta obesitas. Kedua kondisi ini tentu mempengaruhi ukuran penis.

Selain itu kebiasaan merokok juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah di semua bagian tubuh, yang salah satunya dapat membatasi ereksi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya itu, inilah beberapa penyebab terjadinya penyusutan penis dikutip dari Verywell Well being:

1. Penuaan

Beberapa kondisi terkait penuaan dapat memengaruhi ukuran penis yang mengalami ereksi. Salah satunya berkenaan dengan kadar testosteron, yang umumnya menurun satu persen setiap tahun ketika pria berusia 30 tahun ke atas. Meski tak terlalu memengaruhi ereksi, tapi penurunan ini membuat penis tampak lebih kecil dan melemah.

2. Kenaikan BB

Lemak berlebih pada tubuh sebenarnya tidak benar-benar mengubah ukuran penis. Namun obesitas dapat mengubah persepsi ukuran penis, ketika sebagian atau seluruh bagian important ini tertutup oleh lipatan kulit dan penumpukan jaringan lemak di sekitar pangkal penis.

3. Operasi prostat

Secara sengaja ataupun tidak, beberapa jenis operasi dapat menyebabkan penyusutan ukuran penis. Termasuk prostatektomi radikal yang mengangkat seluruh prostat pada pengidap kanker prostat. Perkembangan jaringan parut yang menempel di sekitar pangkal penis, mengakibatkan hilangnya ukuran penis hingga 15 persen.

4. Penyakit peyroni

Penyakit yang satu ini bisa menyebabkan lekukan pada penis tidak regular. Penyakit peyronie sering dialami oleh orang yang berusia di atas 40 tahun. Tak hanya bisa mengakibatkan disfungsi ereksi, kondisi ini juga membuat penis menyusut hingga 1 cm karena retraksi jaringan.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

7 Penyebab Ukuran Mr P Menyusut, Gejala Lengthy COVID-19 Salah Satunya

Jakarta

Banyak pria mengidam-idamkan ukuran Mr P yang besar. Namun, sangat sedikit dari mereka yang mengetahui bahwa gaya hidup dan pilihan makanan tertentu dapat mempengaruhi ukuran Mr P. Sebab faktanya, ukuran Mr P bisa menyusut karena kebiasaan tertentu.

Ya, sulit untuk diterima, tetapi Mr P benar-benar bisa menyusut.

Mr P dapat mengecil hingga satu inci karena berbagai alasan. Pada beberapa kasus, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi pada beberapa kasus, penyusutan ini bisa menandakan suatu kondisi serius.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penting untuk diingat bahwa tidak ada ukuran atau bentuk Mr P yang ‘regular’ karena Mr P setiap pria berbeda. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ukuran Mr P mengecil. Berikut penjelasnnya:

1. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, Mr P akan mengalami perubahan seperti halnya bagian tubuh lainnya. Hal ini adalah bagian regular dari penuaan yang tidak memerlukan pengobatan medis jika tidak ada kekhawatiran akan fungsi Mr P.

Alat important ini dapat tampak lebih kecil ketika seseorang bertambah tua karena lebih sulit untuk mendapatkan ereksi, meskipun hal ini tidak terjadi pada semua pria.

Arteri yang memasok Mr P menjadi lebih padat dan sempit sehingga lebih sulit bagi darah untuk mengalir ke Mr P dan menyebabkannya menjadi kaku. Jaringan spons yang menciptakan ereksi juga dapat merosot karena berkurangnya aliran darah.

Sementara itu, penumpukan jaringan parut, akibat cedera kecil selama bertahun-tahun saat berhubungan seks atau olahraga, dapat menyebabkan penyusutan, sebagaimana dituliskan Healthline.

Testis juga kemungkinan akan sedikit mengecil dan melorot lebih rendah ke bawah karena kulit kehilangan elastisitasnya.

2. Merokok

Hal ini mungkin dapat menjadi alasan pria untuk berhenti merokok. Dikutip dari Medical Information At the moment, terdapat beberapa racun tertentu dalam rokok yang merusak pembuluh darah di Mr P. Hal ini tidak hanya merusak sel-sel otot pada alat important, tetapi juga berisiko memicu gangguan ereksi.

Masalah dari berkurangnya ereksi adalah Mr P tidak meregang secara teratur. Hal ini dapat menyebabkan Mr P berkurang panjangnya seiring berjalannya waktu.

Adapun tanda yang menunjukkan bahwa Mr P sehat adalah bangun dengan ereksi yang menandakan saraf dan suplai darah bekerja.

Pria sehat mengalami rata-rata tiga hingga lima ereksi per malam, dengan complete waktu hingga tiga jam, kata NHS.

Para ahli dari Boston College of Drugs memeriksa ukuran Mr P saat ereksi pada 200 pria dan menemukan bahwa perokok memiliki ukuran yang lebih pendek daripada mereka yang menghindari rokok.

Penelitian pada 1998 menyimpulkan bahwa merokok menghambat aliran darah ke bagian pribadi, yang dapat menghentikan Mr P dari peregangan sehingga membuatnya menyusut dari waktu ke waktu.

3. Obat-obatan

Semua obat memiliki efek samping yang tidak diinginkan dan beberapa di antaranya lebih buruk daripada yang lain.

Adderall, yang sering diresepkan untuk gangguan ADHD, merupakan obat yang paling dikenal dapat mempengaruhi ukuran Mr P. Beberapa antidepresan dan antipsikotik mungkin memiliki efek yang sama.

Beberapa obat untuk mengobati masalah prostat juga dapat menyebabkan penyusutan Mr P.

Sebuah studi pada 2012 tentang obat finasteride, yang digunakan untuk mengobati pembesaran prostat, menemukan bahwa pria mengalami penyusutan dan berkurangnya sensasi di bawah sana.

Penelitian lain, yang diterbitkan dalam jurnal Urology, menemukan bahwa 41 persen pria yang mengonsumsi obat dutasteride, yang juga digunakan untuk mengobati pembesaran prostat, mengalami disfungsi seksual.

4. Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan adalah kekhawatiran bagi banyak pria. Tidak hanya meningkatkan risiko berbagai penyakit, kenaikan BB juga membuat Mr P tampak mengecil.

Kabar baiknya adalah, Mr P tidak benar-benar menyusut ketika berat badan naik. Alasan mengapa Mr P terlihat lebih pendek adalah karena otot-otot ereksi melekat pada dinding perut. Jadi, saat perut mengembang, otot-otot tersebut akan menarik kejantanan ke dalam.

Hal ini dapat diatasi dengan sangat sederhana, yakni menurunkan berat badan.

Simak Video “Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah
[Gambas:Video 20detik]

Diidap Indra Bruggman hingga Sempat Bikin BB Menyusut, Begini Gejala Hipertiroid

Jakarta

Artis Indra Bruggman beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan lantaran tubuhnya yang kurus. Bukan tanpa sebab, hal itu terjadi karena dirinya mengidap hipertiroid.

Namun setelah menjalani pengobatan, Indra mengungkap kini kondisinya sudah jauh lebih baik meskipun ada salah satu bagian tubuhnya yang sedikit berbeda imbas hipertiroid.

“Sudah ke dokter dan sampai sekarang kondisinya sudah stabil lagi, cuma di bagian mata agak sedikit celong. Makanya saya pakai kacamata ke mana-mana bukan saya mau gaya-gaya,” katanya dalam acara Rumpi No Secret Trans TV.

Begitu juga dirinya tetap harus minum obat hingga diminta tak stres.

“Alhamdulillah sekarang sudah naik berat badannya, stabil, bahkan lebih bulking lagi karena saya rajin,” tuturnya.

Gejala Hipertiroid

Hipertiroid atau hipertiroidisme adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid, yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4), secara berlebihan.

Dikutip dari Cleveland clinic, hormon tiroid dalam tubuh berperan sebagai pengendali proses metabolisme, seperti mengatur suhu tubuh, mengolah nutrisi pada makanan menjadi energi, serta mengendalikan denyut jantung.

Apabila kadar hormon tiroid dalam tubuh melebihi batas regular, maka proses metabolisme menjadi bekerja terlalu cepat. Inilah yang menyebabkan pengidapnya memiliki berat badan rendah serta jantung yang berdetak lebih cepat.

Adapun gejalanya, seperti:

  • Detak jantung cepat (palpitasi).
  • Merasa gemetar dan/atau gugup.
  • penurunan berat badan
  • Nafsu makan meningkat.
  • Buang air besar lebih sering atau diare.
  • Kulit tipis, hangat, dan lembab.
  • Perubahan menstruasi.
  • Intoleransi terhadap panas dan keringat berlebih.
  • Masalah tidur.
  • Pembengkakan dan pembesaran leher akibat pembesaran kelenjar tiroid (gondok).
  • Rambut rontok dan perubahan tekstur rambut (rapuh).
  • Mata menonjol (terlihat pada penyakit Graves).
  • Kelemahan otot.

Simak Video “Salah Satu Strategi Menkes Budi Jika Pandemi Datang Lagi
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

Populasi Menyusut, Ini Alasan Wanita Jepang Ogah Punya Anak


Jakarta

Jepang dilanda krisis populasi. Angka kelahiran di sana terus menurun, disebut gegara banyak warganya termasuk apra wanita memilih untuk tidak mempunyai anak. Hal ini memicu kekhawatiran pemerintah, termasuk Perdana Menteri Fumio Kishida yang telah menjanjikan sejumlah tindakan untuk menahan angka kelahiran yang anjlok.

Kishida sempat menyampaikan prediksinya, menyebut pada 2030 mendatang, jumlah populasi warga muda di Jepang akan punah.

“Populasi kaum muda akan mulai menurun secara drastis pada tahun 2030-an. Jangka waktu hingga saat itu adalah kesempatan terakhir kita untuk membalikkan tren penurunan kelahiran,” beber Kishida beberapa waktu lalu.

Namun sebenarnya, apa sih alasan banyak wanita di Jepang memilih untuk tidak berkeluarga dan memiliki anak? Menurut mereka, kondisi semacam apa yang diperlukan agar banyak wanita tertarik lagi untuk membesarkan anak?

The Nippon Basis melakukan survei terhadap 10.000 wanita berusia antara 18 dan 69 tahun untuk menanyakan pendapat mereka.

Sebelumnya, Kishida menyatakan bahwa pihaknya akan menggandakan anggaran terkait upaya meningkatkan kelahiran pada awal 2030-an. Namun rupanya, hanya 20,9 persen responden setuju bahwa kenaikan anggaran perlu menjadi prioritas utama.

Lainnya, sebanyak 15,2 persen responden mengaku kenaikan anggaran tersebut tidak realistis karena situasi keuangan Jepang sedang memburuk, dan 36,3 persen responden berpendapat bahwa tindakan nyata lebih penting daripada jumlah uang yang dikeluarkan.

Mengenai cara membayar anggaran terkait anak, banyak responden menentang kebijakan kenaikan pajak. Mereka beranggapan, langkah itu hanya akan menambah beban terkait jaminan sosial.

Hanya 6 persen dari mereka yang disurvei setuju bahwa langkah-langkah pemerintah untuk melawan penurunan kelahiran akan berdampak. Di samping itu, sebanyak 33,6 persen responden mengatakan bahwa langkah-langkah itu akan berdampak kecil dan 21 persen lainnya mengatakan kebijakan pemerintah tidak akan berpengaruh sama sekali.

Simak Video “ Warga Hong Kong Lebih Pilih Punya Kucing Dibanding Bayi
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/suc)