Jakarta

Pimpinan BPJS Kesehatan mengikuti program Direksi-Dewan Pengawas Melayani (DIANI) di Puskesmas Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Direksi BPJS Kesehatan memastikan pelayanan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan dengan baik hingga pelosok negeri.

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan Andi Afdal didampingi Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan Yudi Bastia menyapa langsung dan memberikan layanan kepada peserta JKN. Afdal juga mengedukasi warga agar terdaftar menjadi peserta Program JKN. Menurutnya, program ini sangat penting dan bermanfaat dalam melindungi risiko finansial saat sakit.

“Program JKN ini sangat besar manfaatnya, apalagi di saat sakit atau ada keluarga kita yang sakit. Kita tidak terbeban lagi dengan kekhawatiran akan biaya yang akan dikeluarkan untuk berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL/rumah sakit) apabila diperlukan, tetapi harus dipastikan bahwa standing kepesertaan JKN-nya aktif agar dapat digunakan,” ungkap Afdal dalam keterangan tertulis, Kamis (20/7/2023).

Afdal menjelaskan saat ini warga dapat berobat ke fasilitas kesehatan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau di Kartu Keluarga (KK). Peserta tidak perlu lagi fotokopi kartu untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan di fasilitas Kesehatan.

Ia menegaskan hal ini sejalan dengan semangat transformasi mutu layanan yang diusung BPJS Kesehatan.

“Kedatangan kita di sini tentu diharapkan dapat menularkan semangat transformasi mutu layanan khususnya bagi fasilitas kesehatan. Ini juga sebagai bentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap prosedur Program JKN,” terangnya.

Dalam kegiatan DIANI, BPJS Kesehatan turut menghadirkan layanan jemput bola melalui kegiatan Cellular Buyer Service (MCS). Peserta JKN dapat mengakses pelayanan administrasi, pembayaran iuran, hingga Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di sini.

“Upaya Transformasi Mutu Layanan terus digaungkan BPJS Kesehatan untuk menghadirkan wajah baru pelayanan yang lebih mudah, lebih cepat, dan semua setara. Pelayanan yang kita berikan semua harus sama, tidak ada perbedaan. Intinya kita BPJS Kesehatan siap melayani dengan hati dan tulus melayani,” jelas Afdal.

BPJS Kesehatan juga menghadirkan inovasi berbasis digital berupa BPJS Kesehatan Care Heart 165, Aplikasi Cellular JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA) untuk memudahkan akses kepada peserta. Hadir juga pelayanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), hingga dengan cara mengirimkan direct message di media sosial resmi BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Masagus M. Hakim mengungkapkan jaminan kesehatan sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Ia mengibaratkan jaminan kesehatan dengan ungkapan sedia payung sebelum hujan.

Program JKN menurutnya dapat melindungi dari ketidakpastian biaya berobat jika sewaktu-waktu jatuh sakit. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk memastikan standing kepesertaan JKN selalu aktif, dan meminta masyarakat mengikuti prosedur yang benar saat berobat.

Hakim menambahkan pihaknya terus berupaya menepati Janji Layanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Pangkalpinang.

“Kami akan terus berupaya untuk komitmen menepati janji layanan yang telah kami ikrarkan di dalam hati untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada peserta Program JKN agar masyarakat Kota Pangkalpinang mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” pungkasnya.

Simak Video “Rencana Kenaikan Iuran Peserta BPJS Kesehatan di Tahun 2025
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)