Jakarta

Disadari atau tidak, ada banyak orang yang mengadopsi gaya hidup tak aktif secara fisik alias malas gerak (mager). Ironisnya, gaya hidup yang sangat umum ini ternyata bisa membawa beberapa dampak yang buruk bagi kesehatan, bahkan bisa memicu peningkatan risiko kematian dini.

Pada sebagian orang, gaya hidup seperti ini biasanya terbentuk karena mereka menghabiskan banyak waktu dengan duduk di meja kantor dan selama berkendara. Sesampainya di rumah, mereka lalu kembali duduk bersantai di couch untuk melepas lelah. Padatnya aktivitas semakin membuat mereka kesulitan untuk meluangkan waktu berolahraga.

Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, mengatakan, orang yang menghabiskan 6 hingga 8 jam per hari untuk duduk berpotensi memiliki risiko-risiko tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Peningkatan risiko kematian dini dan penyakit jantung sebesar 12 hingga 13 persen,” ucapnya dikutip dari X, Selasa (10/10/2023).

Apa alasannya?

Prof Zubairi menjelaskan, seseorang yang duduk terlalu lama dapat memicu kadar kolesterol tinggi, terlebih kadar gula darah di dalam tubuhnya juga ikut terganggu. Hal inilah yang memicu terjadinya penumpukkan lemak.

“Lalu bisa terjadi penumpukan lemak di sekitar perut kita yang kesemuanya memudahkan timbulnya stroke dan jantung,” sambungnya lagi.

Di samping itu, jurnal yang diterbitkan di Nationwide Institute of Well being menemukan sedentary way of life yang ditandai dengan kurang aktivitas fisik terkait dengan penyakit diabetes melitus, kanker, dan penyakit kardiovaskular yang meningkatkan kematian dini.

Whole waktu duduk sehari-hari dan waktu menonton televisi berkorelasi dengan peningkatan risiko kematian. Dalam sebuah penelitian yang menganalisis angka kematian pada orang-orang dengan waktu duduk lebih dari 10 jam dan lebih 5 jam sehari, risikonya meningkat untuk mengalami gangguan kesehatan yang berujung kematian dini.

Simak Video “Penjelasan Kemenkes soal Kabar Vaksin HPV Bikin Mandul
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)