Tag: Temukan

RI Temukan Varian JN.1 yang Picu Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura!


Jakarta

Kementerian Kesehatan RI sudah mengidentifikasi penyebaran varian JN.1. Ada lima pasien yang terpapar seiring dengan kenaikan kasus COVID-19 kembali melonjak signifikan di Tanah Air.

JN.1 merupakan sulineage dari BA.2.86. Tidak hanya Singapura, China, Amerika Serikat, hingga sejumlah wilayah lain juga mencatat kenaikan kasus COVID-19 di atas dua kali lipat sejak sublineage tersebut menyebar.

“JN.1 sudah ada di Indonesia,” demikian konfirmasi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu, saat dihubungi detikcom Selasa (19/12/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Maxi memastikan sejauh ini kelima pasien yang terinfeksi mengeluhkan gejala COVID-19 ringan, tidak ada keluhan berat yang berujung deadly atau kematian.

“Yang meninggal hasil entire genome sequencing tidak ada yang JN.1,” tuturnya.

Sebagai gambaran secara umum, kasus COVID-19 di Senin (18/12/2023) bertambah 2.243 orang, dengan whole kematian dua kasus, sementara jumlah orang yang ditesting sebanyak 2.630 pasien.

Kasus aktif hingga saat ini masih berada di angka 2.204 kasus. Sepanjang Desember, ada 12 kematian yang dilaporkan, positivity price sudah melampaui ambang batas ‘aman’ Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di angka 12 persen. Artinya, penularan di masyarakat jauh lebih luas dibandingkan information resmi yang terkonfirmasi.

Sementara penambahan dua kasus kematian COVID-19 baru di Senin (18/12) merupakan orang yang belum menjalani vaksinasi COVID-19 booster, dengan riwayat komorbid tuberkulosis.

dr Maxi mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19 tambahan, yang hingga saat ini dipastikan masih free of charge. Akses vaksinasi bisa didapat di sejumlah sentra vaksinasi hingga puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat.

Simak Video “Kemenkes Ungkap Satu Kasus Baru Cacar Monyet di Jakarta
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Mengandung Pewarna K3-K10 yang Picu Kanker


Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan lebih dari dua juta produk ilegal mengandung bahan terlarang yang bisa berbahaya bagi kesehatan publik. Produk tersebut meliputi 51 merchandise obat tradisional berbahan kimia obat (BKO) dengan satu juta produk, 183 merchandise kosmetik mencapai 1,2 juta produk.

Beredar sepanjang September 2022 hingga Oktober 2023, temuan produk ilegal secara keseluruhan meningkat 8 persen dalam tiga tahun terakhir.

Menurut Plt Kepala BPOM RI Lucia Rizka Andalucia, obat tradisional ilegal paling banyak teridentifikasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Bali, hingga Sulawesi Selatan meliputi ‘obat kuat’, obat pelangsing, suplemen dan lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara kosmetik dengan bahan terlarang paling sering ditemukan di ibu kota, ada krim pemutih yang mengandung merkuri, hingga hidrokuinon. Tak hanya itu, sejumlah kosmetik juga ditemukan memiliki kandungan pewarna K3 hingga K10, yang biasa digunakan untuk tekstil, malah ditemukan di produk eyeshadow, blush on, hingga lipstick.

Padahal, bisa berisiko kanker jika terhirup atau masuk ke dalam tubuh.

“Temuan kosmetik bahan berbahaya ini didominasi krim wajah mengandung merkuri, hidrokuinon, yang bisa memicu efek jangka panjang. Seperti bintik-bintik hitam di wajah, alergi, iritasi kulit, sampai menyebabkan sakit kepala, diare, muntah, dan gangguan ginjal,” pesan Lucia, dalam konferensi pers Jumat (8/12/2023).

“Ada juga yang mengandung asam retinoat, mengakibatkan kulit kering. fungsi organ terganggu, makanya harus berhati-hati. Ini jangan sampai ada di kosmetik kita.”

Rizka berpesan agar masyarakat yang menemukan sejumlah produk mencurigakan segera melapor ke BPOM RI, demi menekan penyebaran semakin meluas.

Simak Video “BPOM RI Ungkap Daftar 5 Kosmetik Ilegal di Market
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

Ilmuwan Temukan Virus Mpox Makin ‘Ganas’, Lebih Mudah Infeksi Manusia


Jakarta

Para ilmuwan khawatir jenis cacar monyet atau Mpox yang lebih menular akan muncul karena terus bermutasi dan menyebar antarmanusia. Para peneliti di Inggris mengatakan bahwa virus tersebut kini bermutasi pada tingkat yang jauh lebih tinggi, dibandingkan tahun 2018.

Analisis mereka menunjukkan bahwa mutasi terutama difokuskan pada gen yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk menghentikan virus agar tidak bermutasi. Hal ini bisa membantu menghindari kekebalan.

Tim juga memperkirakan cacar monyet, atau mpox, telah menyebar ke manusia setidaknya sejak tahun 2016, atau enam tahun sebelum wabah saat ini. Hal ini diungkapkan oleh para penulis dari Universitas Edinburgh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Meskipun garis keturunan B.1 di seluruh dunia kini telah berkurang, meski belum diberantas, epidemi pada manusia yang menjadi asal muasalnya terus berlanjut,” tulis mereka yang dikutip dari Every day Mail, Senin (6/11/2023).

“Pengamatan terhadap penularan Mpox yang berkelanjutan ini menunjukkan perubahan mendasar terhadap persepsi mpox, sebagai penularan dari hewan ke manusia. Mereka menyoroti perlunya merevisi pesan kesehatan masyarakat seputar mpox serta manajemen dan pengendalian wabah,” jelasnya.

Menurut para ilmuwan, virus yang menyebar di antara manusia akan membantu mereka memperbanyak salinan dirinya sendiri. Hal itu meningkatkan risiko munculnya mutasi baru yang dapat membuat jenis virus tersebut lebih mampu menularkan atau menjadi lebih berbahaya.

Dalam studi mereka yang dipublikasikan di jurnal Science, para peneliti membandingkan urutan mpox dari tahun 2018 hingga 2022. Mereka menemukan tingkat mutasi meningkat pesat yang menurut mereka menunjukkan penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia.

Mereka menemukan mutasi terfokus pada space genom yang ditargetkan oleh enzim sistem kekebalan tubuh manusia yang dikenal sebagai APOBEC3. Ini mampu mengubah foundation dalam kode genetik yang menghambat kemampuan virus untuk bereplikasi.

Para ilmuwan mengatakan perubahan berulang pada gen ini juga menandakan penularan mpox dari manusia ke manusia yang berkelanjutan, bukan peristiwa penularan yang berulang. Jam molekuler mereka menggunakan garis keturunan B.1 dari mpox, yang merupakan jenis di balik wabah yang sedang berlangsung di antara manusia.

Simak Video “Tambah 1 Kasus Cacar Monyet, Pasien Punya Riwayat Perjalanan
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Ngeri, Lagi-lagi Ilmuwan Temukan Virus Baru di Titik Terdalam Lautan Bumi


Jakarta

Sebuah tim ilmuwan menemukan virus baru dengan lokasi terdalam di lautan bumi. Mereka menemukan virus tersebut di sedimen yang diambil dari kedalaman 8.900 meter di Palung Mariana di Samudra Pasifik.

Palung tersebut merupakan lokasi terdalam di Bumi, mencapai titik terendah 11.000 meter di dekat Kepulauan Mariana.

“Sepengetahuan kami, ini adalah fag terisolasi terdalam yang diketahui di lautan international,” kata ahli virologi kelautan Min Wang dalam sebuah pernyataan dikutip dari Euro Information, Jumat (29/9/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim dari Ocean College of China menerbitkan temuan ini minggu lalu di jurnal Microbiology Spectrum. Disebutkannya, virus yang baru ditemukandi lautan dalam tersebut bernama vB_HmeY_H4907. Virus ini merupakan bakteriofag, yang artinya menginfeksi dan bereplikasi di dalam bakteri.

Bakteriofag ini menginfeksi bakteri yang disebut Halomonas, yang banyak terdapat di Palung Mariana, Antartika, dan di ventilasi hidrotermal yakni celah di dasar laut tempat air panas dilepaskan. Mengacu pada analisis genom, virus ini mirip dengan inang bakterinya dan banyak ditemukan di lautan. Peneliti menyebut, bakteriofag baru ini berasal dari keluarga virus baru bernama Surviridae.

Virus ini ditemukan di zona hadal lautan, yang berada di kedalaman antara 6.000 hingga 11.000 meter dan dinamai sesuai nama dewa dunia bawah Yunani, Hades.

“Penelitian terbaru mengungkapkan betapa besarnya keragaman, kebaruan, dan signifikansi ekologis virus hadal. Namun, hanya dua jenis virus hadal yang berhasil diisolasi,” ujar para peneliti dalam penelitian tersebut.

Zona hadal merupakan rumah bagi beberapa organisme unik yang mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrim suhu rendah, tekanan tinggi, dan minimnya cahaya di laut dalam. Kini, para ahli virologi keluatan tengah mencari virus baru lainya di lokasi yang ekstrem.

“Lingkungan yang ekstrem menawarkan prospek optimum untuk mengungkap virus baru,” pungkas Wang.

Simak Video “Perisai Kemenkes RI untuk Halau Virus Nipah
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/suc)

Ilmuwan Temukan Racun Laba-laba Bisa Jadi Obat Kuat Alami buat Pria Impoten


Jakarta

Para ilmuwan mengatakan senyawa sintetis dari racun laba-laba dapat mengobati disfungsi ereksi yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan.

Laba-laba yang dimaksud adalah Phoneutria nigriventer, kadang disebut laba-laba pengembara Brazil atau laba-laba pisang karena sering ditemukan di daun pisang. Gigitannya yang tidak enak dengan racun dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk rasa sakit yang luar biasa, gemetar, kram, keringat berlebih, kelemahan, dan perubahan detak jantung.

Dalam beberapa kasus, gigitan berbisa bahkan bisa berakibat deadly.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari IFL Science, jika laki-laki terkena gigitan laba-laba tersebut, mereka juga bisa mengalami priapisme, kondisi ketika penis tetap ereksi selama berjam-jam. Meskipun kedengarannya tidak berbahaya, ini bisa menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan, menyebabkan rasa sakit yang hebat dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada penis.

Para peneliti sebelumnya telah mengidentifikasi senyawa bioaktif yang bertanggung jawab atas ereksi yang tidak diinginkan, sebuah peptida yang disebut BZ371A, dan mensintesisnya di laboratorium. Setelah menyelesaikan uji pendahuluan pada tikus, para ilmuwan di Universitas Federal Minas Gerais di Brazil berharap dapat menggunakan senyawa ini dalam uji klinis fase 2 yang melibatkan pria dengan disfungsi ereksi.

Senyawa BZ371A akan digunakan dalam pengobatan topikal yang dioleskan ke penis, sehingga mendorong darah mengalir ke space tersebut. Hal ini menyebabkan timbulnya ereksi, tanpa ada efek samping yang tidak diinginkan dari racun laba-laba.

“Tes, sejauh ini, telah menunjukkan bahwa senyawa tersebut bekerja dengan penggunaan dalam jumlah minimal dan tanpa toksisitas apa pun karena secara praktis tidak terdeteksi dalam aliran darah,” kata peneliti Maria Elena de Lima, Profesor di Universitas Federal Minas Gerais yang telah mempelajari senyawa tersebut selama bertahun-tahun, kata dalam sebuah pernyataan.

“Keuntungan besarnya adalah persetujuan obat topikal cenderung lebih cepat, karena kemungkinan efek samping yang lebih rendah. Selain itu, kandidat obat tersebut telah menunjukkan bahwa obat tersebut tidak menimbulkan efek samping apapun, bahkan ketika disuntikkan dalam dosis tinggi,” sambungnya.

Para peneliti yakin penelitian ini menyimpan beberapa pelajaran penting untuk masa depan. Kawasan dengan keanekaragaman hayati yang melimpah seperti hutan hujan tropis kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai obat, seperti racun laba-laba pisang.

Setelah mengujinya pada hewan pengerat, para peneliti melakukan percobaan percontohan pada pria dan wanita untuk menguji keamanan gel pada manusia, dan mereka kemudian menunjukkan tidak adanya efek toksik atau efek yang tidak diinginkan pada uji klinis tahap pertama.

Obat tersebut kini memasuki uji coba tahap kedua untuk menguji efeknya pada pria dengan disfungsi ereksi akibat prostatektomi, operasi pengangkatan prostat, yang sering menyebabkan disfungsi seksual.

Simak Video “Dua Pria Alami Impotensi Usai Terserang COVID-19
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Viral Singapura Temukan Sayuran Tercemar Limbah Nuklir Jepang, Ini Faktanya


Jakarta

Viral Singapura disebut menemukan makanan dari Jepang mengandung kontaminasi limbah nuklir, dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Jepang. Badan Pengawas Pangan Singapura (SFA) buka suara, memberikan klarifikasinya pada Minggu (3/9/2023).

Dipastikan, negara tetangga RI tersebut belum menemukan sampel makanan yang terkontaminasi dari PLTN Fukushima Jepang.

Klarifikasi ini menyusul laporan Wall Avenue Journal (WSJ) dalam podcast bertajuk pelarangan makanan impor Jepang di banyak negara. Pasalnya, dalam pembahasan tersebut disebutkan Singapura menemukan kontaminasi radioaktif di sampel sayuran dari Jepang.

“Podcast WSJ merujuk pada rilis media yang dilakukan oleh mantan Otoritas Agri-Meals & Veterinary Singapura pada tahun 2011,” kata SFA, membantah informasi yang beredar.

Meskipun podcast tersebut diposting di situs WSJ pada 24 Agustus, pernyataan temuan kontaminasi di sayuran Jepang sebenarnya merupakan laporan kejadian 25 Maret 2011, dua minggu setelah bencana nuklir Fukushima di Jepang.

SFA menambahkan, pihaknya belum menemukan sampel sayuran yang terkontaminasi dari Jepang atau produk makanan terlarang dari prefektur Jepang manapun baru-baru ini.

Badan tersebut juga menegaskan kembali bahwa mereka mengadopsi pendekatan berbasis sains dalam menilai risiko keamanan pangan.

“Makanan yang diimpor ke Singapura tunduk pada sistem pengawasan dan pemantauan SFA, yang mencakup pengawasan radiasi dan tindakan penegakan hukum akan diambil jika ada makanan impor yang ditemukan tidak aman atau tidak layak untuk dikonsumsi.”

Menanggapi pertanyaan tentang keamanan pangan menyusul keputusan Jepang untuk membuang air limbah Fukushima ke Samudera Pasifik, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu juga turut memberikan pernyataan.

Pihaknya dengan yakin telah memantau cermat impor pangan, termasuk yang berasal dari Jepang.

“Badan Lingkungan Nasional (NEA) menilai bahwa rencana pembuangan air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut oleh Jepang kemungkinan besar tidak akan berdampak pada air laut di atau sekitar perairan Singapura,” tambahnya.

“Radioaktivitas yang diukur tetap berada dalam tingkat alamiah kita.”

Pada tanggal 24 Agustus, pihak berwenang Jepang mulai membuang air olahan ke laut yang digunakan untuk mendinginkan reaktor yang rusak.

Badan Perikanan Jepang menemukan bahwa ikan yang diuji di perairan sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima tidak mengandung tingkat radiasi yang terdeteksi, dua hari setelah limbah tersebut dilepaskan.

Namun, China telah melarang semua impor makanan laut Jepang setelah pelepasan tersebut, sementara Hong Kong telah membatasi produk makanan laut dari 10 prefektur di Jepang.

Korea Selatan juga menyaksikan protes dengan sekitar 50.000 orang menggelar aksi demo menuntut pemerintah negara tersebut mengambil tindakan.

Simak Video “Jepang Buang Limbah Nuklir, Warga Fukushima: Pemerintah Ingkar Janji
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

Peneliti Temukan Makin Banyak Benda Asing ‘Nyangkut’ di Anus demi Kepuasan Seks


Jakarta

Studi terbaru menunjukkan semakin banyak perawatan rawat inap karena benda asing yang nyangkut di rektum. Penelitian yang diterbitkan di The American Journal of Emergency Drugs menemukan hampir 4 ribu orang di rawat di rumah sakit karena benda asing nyangkut di anus setiap tahun.

Diberitakan NYPost, peneliti di Universitas Rochester, New York, dibuat bingung karena masih sedikit informasi mengenai kondisi darurat tersebut sehingga mereka memutuskan menganalisis laporan darurat dari tahun 2012 sampai 2021.

Information tersebut menemukan 38.948 kunjungan ke unit gawat darurat berdasarkan 885 kasus dalam periode ini di antara orang-orang yang buang air besar di atas usia 15 tahun.

Para peneliti menjelajahi Sistem Pengawasan Cedera Elektronik Nasional untuk mencari cedera yang melibatkan ‘daerah kemaluan’ atau ‘tubuh bagian bawah’, dengan ‘analysis yang menyertainya berupa benda asing, tusukan, atau laserasi’.

Dari kasus yang dilaporkan tersebut, rata-rata usia pasien yang datang ke IGD adalah 43 tahun. Hampir 78 persen pasien adalah laki-laki, dan 40 persen dari pasien tersebut memerlukan rawat inap.

Lebih dari separuh benda asing tersebut adalah benda seksual, yang bisa berupa benda seperti vibrator, manik-manik anal, atau mainan lainnya. Bola dan kelereng, serta obat-obatan, dikaitkan dengan tingkat rawat inap yang lebih rendah.

Para peneliti juga menemukan peningkatan kunjungan rumah sakit untuk benda asing rektal selama rentang waktu penelitian mereka, meningkat dari 1,2 per 100.000 orang pada tahun 2012 menjadi 1,9 pada tahun 2021.

“Information ini mengukur presentasi klinis yang sering ditemui dan hanya mendapat sedikit fokus penelitian,” tulis penulis penelitian tersebut.

Pada bulan April, Visible Journal of Emergency Surgical procedure melaporkan bahwa seorang pria harus dilarikan ke operasi darurat setelah sekaleng deodoran tersangkut di pantatnya.

Dan tahun lalu, seorang warga lanjut usia di Prancis membuat para dokter terkejut ketika dia tiba dengan peluru artileri Perang Dunia I yang bersarang di rektumnya. Hal ini menyebabkan sebagian rumah sakit dievakuasi karena kekhawatiran akan adanya bom.

Simak Video “Kriteria Kamar Rawat Inap Pengganti Kelas 1-3 BPJS Kesehatan
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Riset Terpanjang Harvard Temukan Pola Makan yang Bisa Bikin Panjang Umur!


Jakarta

Tidak peduli berapa usia saat ini, atau berapa banyak junk meals yang telah dikonsumsi, ilmuwan menilai tidak ada kata terlambat untuk mulai memperbaiki pola makan yang buruk. Hal ini dianggap mempengaruhi umur panjang.

Studi terbaru di New England Journal of Medication meneliti sekitar 74.000 orang berusia antara 30 sampai 75 tahun selama lebih dari dua dekade. Selama waktu itu, mereka menganalisis pola makan dan kebiasaan gaya hidup mereka serta melacak perubahan apa yang terjadi.

Para peneliti menggunakan beberapa sistem penilaian untuk menilai kualitas weight loss program mereka, termasuk Indeks Makan Sehat Alternatif, yang dikembangkan oleh pakar nutrisi di Harvard T.H. Chan, Faculty of Public Well being.

Indeks memberikan skor rendah untuk makanan tidak sehat dan skor lebih tinggi untuk makanan sehat. Di antara makanan yang mendapat skor tinggi adalah buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, buncis, dan makanan kaya lemak tak jenuh dan asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung, seperti ikan, alpukat, dan minyak zaitun.

Beberapa makanan tidak sehat yang mendapat skor lebih rendah seperti daging merah dan olahan serta makanan tinggi natrium dan gula tambahan, seperti minuman manis, pizza, keripik kentang, dan makanan cepat saji lainnya.

“Orang yang meningkatkan makanan ‘skor tinggi’ sekitar 20 persen selama penelitian memiliki setidaknya 8 persen penurunan kematian selama masa penelitian dan penurunan 7 sampai 15 persen kemungkinan kematian akibat penyakit jantung,” kata Mercedes Sotos-Pieto, peneliti Harvard.

Sebagian besar peserta dalam penelitian berusia di atas 60 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan manfaat dari perbaikan kebiasaan makan.

Simak Video “Ideas Weight-reduction plan ala Fadli Zon yang Berat Badannya Turun 32 Kg
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Alert! WHO Temukan Puluhan Kucing di Polandia Mati Akibat Virus Mematikan


Jakarta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan puluhan kucing di Polandia baru-baru ini mati setelah tertular jenis flu burung yang sangat mematikan. Kejadian itu sangat tidak biasa sehingga membuat WHO mendalami kasusnya.

Dikutip dari Dwell Science, WHO mengatakan bahwa sejak otoritas kesehatan Polandia menginformasikan bulan lalu tentang kematian kucing yang tidak biasa di seluruh negeri dengan 29 kucing positif flu burung H5N1.

Diklasifikasikan sebagai virus flu burung yang sangat menular, H5N1 diketahui menyebabkan penyakit parah dan tingkat kematian yang tinggi pada hewan yang terinfeksi. Virus ini juga dapat menginfeksi berbagai burung liar, beberapa di antaranya dapat menyebarkan patogen tanpa jatuh sakit sendiri, dan serangga tersebut terkadang melompat ke mamalia, termasuk cerpelai, anjing laut, singa laut, dan kucing bahkan manusia.

“Infeksi Flu Burung sporadis pada kucing sebelumnya telah dilaporkan, tetapi ini adalah laporan pertama dari tingginya jumlah kucing yang terinfeksi di wilayah geografis yang luas di suatu negara,” kata WHO dalam sebuah pernyataan.

WHO tengah menyelidiki sumber paparan kucing terhadap virus. Beberapa kucing mengalami gejala yang parah termasuk kesulitan bernapas, diare berdarah, dan tanda-tanda neurologis, dengan kerusakan yang cepat dan kematian pada beberapa kasus.

WHO menyebut Polandia adalah negara pertama yang melaporkan jumlah tinggi kucing yang terinfeksi flu burung di wilayah yang luas.

Analisis subset dari sampel virus menunjukkan bahwa mereka sangat terkait satu sama lain dan mirip dengan virus H5N1 yang telah beredar pada burung liar dan memicu wabah pada unggas di Polandia.

Pada 12 Juli, WHO mengatakan tidak ada kontak manusia dari kucing yang terinfeksi yang melaporkan gejala. WHO menekankan risiko infeksi (tertular) manusia setelah terpapar kucing yang terinfeksi sangat kecil kemungkinannya.

Simak Video “Muncul Wabah Flu Burung Pada Kucing di Polandia, WHO: Masih Diinvestigasi
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Penjaga Pantai AS Temukan Potongan Tubuh Diduga Sisa Ledakan Kapal Selam Titan

Jakarta

Penjaga pantai di Amerika Serikat (AS) melaporkan, pihaknya menemukan potongan-potongan tubuh yang diduganya sebagai sisa manusia di reruntuhan kapal selam Titan. Kapal tersebut adalah kapal selam wisata eksplorasi puing kapal Titanic yang dikabarkan menghilang beberapa waktu lalu, kemudian telah dikonfirmasi mengalami ‘catastrophic implosion’ yang menewaskan seluruh penumpang di dalamnya.

Beberapa bagian kapal yang dapat diidentifikasi diangkat ke darat pada Rabu (28/6/2023) sore. Beberapa potongannya meliputi hidung kapal selam dan panel besar yang tampaknya berasal dari ujung ekor kapal.

Pejabat penjaga pantai menyebut, di antara potongan-potongan yang ditemukan itu, terdapat sisa-sisa potongan tubuh manusia. Temuan tersebut kemudian diangkut dengan kapal ke pelabuhan di AS untuk kemudian diuji dan dianalisis lebih lanjut.

Kapten Dewan Investigasi Kelautan Jason Neubauer menegaskan, sisa-sisa temuan kapal tersebut akan dipindahkan secara hati-hati.

“Saya berterima kasih atas dukungan internasional dan antar lembaga yang terkoordinasi untuk memulihkan dan melestarikan bukti penting ini pada jarak dan kedalaman lepas pantai yang ekstrem,” ungkapnya lewat sebuah pernyataan, dikutip dari Every day Mail UK, Kamis (29/6/2023).

“Bukti-bukti tersebut akan memberi para penyelidik dari beberapa yurisdiksi internasional wawasan kritis tentang penyebab tragedi ini,” imbuh Neubauer.

Diketahui, puing-puing tersebut ditemukan di dasar laut dengan jarak sekitar 500 meter dari haluan Titanic, dengan kedalaman hampir 4 kilometer di bawah permukaan laut dan 400 mil lepas pantai Newfoundland, Kanada. Kapal kargo Pangeran Kutub menarik Titan ke laut akhir pekan lalu, namun kemudian kehilangan kontak dengannya sekitar satu jam 45 menit setelah kapal selam diluncurkan ke kedalaman laut.

Lima orang yang tewas dari ledakan kapal selam Titan tersebut yakni Suleman Dawood (19), Shahzada (48), Hamish Harding (58), Paul-Henri Nargeolet (77), dan Stockton Rush (61).

NEXT: Yang terjadi pada tubuh imbas ‘catastrophic implosion’

Simak Video “Prime 5: Isu Perselingkuhan Syahnaz-Rendy hingga Meledaknya Kapal Selam Titanic
[Gambas:Video 20detik]