Tag: Idul

Kalap Daging Pasca Idul Adha? 5 Minuman Ini Bisa Bantu Netralisir Lemak Jahat


Jakarta

Momen perayaan Idul Adha identik dengan makan makanan daging. Di Indonesia, masyarakat mengolah daging sapi atau kambing kurban menjadi sate, semur, rendang, dan lain-lain.

Meski begitu, jika kalap dan terlalu banyak makan daging, kadar lemak dan kolesterol jahat ikut meningkat. Karenanya, cobalah beberapa langkah seperti konsumsi minuman kaya serat, nutrisi dan vitamin akan membantu mencegah kolesterol jahat pada tubuh.

Apa Saja?

Teh

Teh hijau dan hitam dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Teh hijau dibuat dari daun yang tidak difermentasi dan teh hitam dari daun tanaman yang sama yang telah difermentasi sepenuhnya.

Para peneliti percaya bahwa katekin, sejenis antioksidan yang ditemukan dalam teh, bertanggung jawab atas efek penurun kolesterol. Semakin banyak daun teh yang difermentasi, semakin rendah kandungan katekinnya dan semakin tinggi kandungan kafeinnya.

Susu Kedelai

Susu kedelai rendah lemak jenuh. Rutin konsumsi susu kedelai sebagai pengganti susu tinggi lemak dapat membantu mengurangi atau mengelola kadar kolesterol.

Meals and Drug Administration (FDA) merekomendasikan konsumsi 25 gram per hari protein kedelai sebagai bagian dari weight loss plan rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, lebih baik mengonsumsi kedelai dalam bentuk utuh dan olahan minimal dengan sedikit atau tanpa tambahan gula, garam, dan lemak.

Minuman Oat

Oat mengandung beta-glukan, yang membuat zat seperti gel di usus dan berinteraksi dengan garam empedu, yang dapat menghambat penyerapan kolesterol dan membantu menurunkan kadar kolesterol.

Studi Royal Society of Chemistry tahun 2018 menemukan bahwa minuman oat, seperti susu oat, dapat menawarkan pengurangan kolesterol yang lebih konsisten daripada produk oat semi-padat atau padat. Segelas oat milk 250 ml dapat menyediakan 1 g beta-glukan.

Jus Tomat

Tomat kaya akan senyawa yang disebut lycopene, yang dapat meningkatkan kadar lipid dan mengurangi kolesterol low-density lipoprotein (LDL) “jahat”. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mengolah tomat menjadi jus dapat meningkatkan kandungan likopen.

Jus tomat juga kaya serat penurun kolesterol dan niasin. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa 25 wanita yang minum 280 ml jus tomat setiap hari selama 2 bulan mengalami penurunan kadar kolesterol darah. Para peserta berusia 20-30 tahun dan memiliki skor indeks massa tubuh minimal 20.

Jus Buah Beri

Banyak buah beri yang kaya akan antioksidan dan serat, keduanya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Buah beri juga rendah kalori dan lemak.

Buat smoothie berry dengan mencampurkan sekitar 80 g berry apa saja. Campurkan buah beri dengan 1/2 cangkir susu rendah lemak atau yogurt dan 1/2 cangkir air dingin.

Contoh buah beri yang sangat sehat meliputi:

Simak Video “Kualitas Udara di Jakarta Membaik saat Libur Idul Adha
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Penderita Diabetes Makan Daging Berlebih Saat Idul Adha, Apakah Aman?


Jakarta

Hari Raya Idul Adha identik dengan momen makan beragam olahan daging bersama keluarga atau orang-orang terdekat. Momen kehangatan tersebut sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja.

Khusus untuk penyandang diabetes (diabetesi) penelitian menyebutkan ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan saat mengonsumsi daging. Sebab konsumsi daging yang tidak terkontrol bisa menyebabkan risiko seseorang mengalami diabetes..

Meskipun begitu, bukan berarti diabetesi tidak boleh untuk mengonsumsi daging, khususnya pada perayaan Idul Adha. Diabetesi tetap bisa kok mengonsumsi daging, asalkan perhatikan beberapa hal ini ya!

1. Kenali Ciri-ciri Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang membawa dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, diabetesi harus memahami betul ciri-ciri diabetes agar tetap bisa mengontrol lemak dalam tubuh.

Apalagi, diabetesi disarankan untuk mengurangi asupan daging merah dan beralih ke daging dengan kandungan lemak yang lebih rendah. Namun, jangan khawatir diabetesi tetap bisa mengonsumsi daging asalkan memperhatikan betul ciri-ciri diabetes yang dialaminya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC AS) ini adalah ciri-ciri dari penyakit diabetes sering buang air kecil terutama di malam hari, rasa haus yang berlebih, turunnya berat badan, penglihatan kabur, infeksi luka, dan peradangan gusi.

2. Perhatikan Cara Memasak

Jika ingin mengonsumsi daging, diabetesi juga harus memperhatikan cara memasak dagingnya. Melansir dari laman healthline cara memasak daging yang disarankan untuk diabetesi adalah dengan cara dipanggang, direbus, dikukus, atau ditumis.

3. Jumlah Konsumsi Daging

Melansir dari Medical Information Right now, ada banyak pilihan daging yang bisa dikonsumsi diabetesi. Mulai dari pilihan daging rendah lemak, daging tanpa lemak, dan daging berlemak sedang.

Pada momen Idul Adha, diabetesi bisa mengonsumsi daging tanpa lemak, seperti satu porsi daging sapi seperti flank steak, tenderloin, dan chipped beef. Selain itu, daging sapi muda juga termasuk kategori ini dan aman untuk dikonsumsi diabetesi.

4. Tetap Olahraga

Melansir laman Diabetes Australia para diabetesi dianjurkan untuk melakukan olahraga untuk membantu kontrol gula darah sehingga tetap stabil. Selain itu manfaat olahraga lainnya bagi diabetesi adalah membantu meningkatkan sensitivitas hormon insulin, yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah.

Karena itu, agar gula darah terkontrol setelah mengonsumsi daging, diabetesi harus tetap berolahraga. Olahraga yang bisa dilakukan adalah berjalan kaki, bersepeda, berenang, dan juga senam.

5. Konsumsi Susu Khusus

Mengonsumsi susu juga merupakan salah satu alternatif yang bisa dilakukan agar kadar gula darah tetap terkontrol saat Idul Adha. Namun, pemilihan susu pun tidak boleh sembarangan. Pastikan pilih susu yang diformulasikan khusus untuk diabetesi, salah satunya Diabetasol.

DiabetasolDiabetasol Foto: dok. Kalbe

Diabetasol mampu memenuhi kebutuhan nutrisi diabetesi dan membuat gula darah terkontrol. Selain itu, Diabetasol turut dilengkapi berbagai nutrisi pengganti makan seperti Vita Digest, kombinasi isomaltulosa yang merupakan karbohidrat baik dan tinggi serat yang membantu untuk kontrol gula darah. Susu ini juga tinggi kalsium dan Vitamin D untuk bantu jaga kepadatan massa tulang dan sendi serta tinggi vitamin C, E, dan sumber zinc yang bantu jaga daya tahan tubuh.

Yuk bersama Diabetasol, jaga gula darah, jaga kesehatan tulang & sendi, jaga imunitas tubuh, jadi lancar aktifitasnya.

Simak Video “Waspada Diabetes pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)