Jakarta

Mioma, miom, atau fibroid rahim adalah salah satu kekhawatiran yang dialami oleh wanita yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Miom merupakan penyakit berupa tumor jinak yang tumbuh di dalam atau di dinding rahim.

Penyakit ini bisa dipicu berbagai faktor, seperti genetik, pengaruh hormon, ras, dan sebagainya. Namun, beberapa menyebut mioma juga bisa disebabkan gaya hidup tak sehat seperti mengonsumsi makanan bermicin secara berlebihan. Apakah benar demikian?

Spesialis obstetri dan ginekologi dr Relly Y Primariawan, SpOG(Okay), menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menemukan kaitan antara makanan dengan penyebab munculnya miom.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang menyatakan hubungan yang kuat antara makanan dengan penyebab munculnya miom atau kista. Jadi belum ada bukti ilmiahnya yang secara nyata signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (19/9/2023).

Lebih lanjut, ia mengatakan wanita yang makan secara sembarangan belum tentu terkena mioma. Sebaliknya, wanita yang berhati-hati menjaga pola makannya bisa saja timbul gejala mioma.

“Jadi tidak ada perbedaan yang bermakna antara orang yang makan sembarangan sama yang makan hati-hati,” imbuhnya.

Apakah Miom Harus Dioperasi?

Dihubungi secara terpisah, dokter obstetri dan ginekologi dr Sigit Pradono Diptoadi, SpOG, menuturkan tidak semua pasien mioma perlu menjalani prosedur operasi. Prosedur tersebut biasanya dilakukan pada pasien mioma yang mengalami gejala.

“Kalau mioma tersebut sudah menimbulkan gejala seperti pendarahan atau nyeri, maka operasi bisa dipertimbangkan,” ucapnya.

“Bisa tidak ada keluhan, boleh dilakukan pengamatan berkala saja. Opsi lain bisa saja dengan obat-obatan,” sambungnya.

Simak Video “Viral Kena Vitiligo Korban MLM, Bisakah Disembuhkan?
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)