Jakarta

Empat bocah ditemukan masih hidup di dalam hutan 40 hari sejah kecelakaan pesawat. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara bocah tersebut bertahan hidup di hutan yang disebut paling berbahaya di dunia.

Lesly Jacobombaire Mucutuy (13), Soleiny Jacobombaire Mucutuy (9), Tien Ranoque Mucutuy (4) dan bayi Cristin Ranoque Mucutuy terdampar di hutan pada 1 Mei, satu-satunya yang selamat dari kecelakaan pesawat mematikan.

Ibu mereka, Magdalena Mucutuy Valencia, tewas dalam kecelakaan itu bersama dua penumpang dewasa lainnya: pilot Hernando Murcia Morales dan pemimpin suku Yarupar Herman Mendoza Hernández.

Hilangnya anak-anak berikutnya ke dalam hutan memicu operasi pencarian besar-besaran yang dipimpin oleh militer yang melibatkan lebih dari seratus pasukan khusus Kolombia dan lebih dari 70 pengintai pribumi yang menyisir daerah tersebut.

Cara Bertahan Hidup

Juru bicara militer Kolombia Pedro Arnulfo Sánchez Suárez mengatakan keempatnya bisa bertahan karena mengkonsumsi tepung singkong kasar (farina) yang biasanya digunakan oleh suku asli di wilayah tersebut.

“Beberapa hari setelah kecelakaan itu, mereka memakan farina yang mereka bawa ke sana, tetapi mereka (akhirnya) kehabisan makanan dan memutuskan untuk mencari tempat di mana mereka bisa bertahan hidup,” kata Suárez dikutip dari CNN, Senin (12/6/2023).

“Mereka kekurangan gizi tetapi sepenuhnya sadar ketika kami menemukan mereka,” tambahnya.

Disebutkan, asal-usul memungkinkan mereka memperoleh kekebalan tertentu terhadap penyakit di hutan dan memiliki pengetahuan tentang hutan itu sendiri. Mereka tahu apa yang harus dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan, serta bagaimana cara menemukan air yang membuat mereka tetap hidup.

Saat ini semuanya sedang dalam pemulihan di sebuah rumah sakit di ibu kota Kolombia, Bogota.

Laporan medis mengatakan mereka mengalami dehidrasi dan masih ‘tidak bisa makan’, tetapi sehat dan terhindar dari bahaya.

Simak Video “Pentingnya Siap Psychological dan Menyayangi Diri Sendiri Sebelum Menikah
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)